Kamis, 02 Juni 2011

Disaster recovery planning


Disaster recovery planning

Disaster (bencana) didefinisikan sebagai kejadian yang waktu terjadinya tidak dapat diprediksi dan bersifat sangat merusak. Pengertian ini mengidentifikasikan sebuah kejadian yang tiba-tiba, tidak diharapkan, bersifat sangat merusak, dan kurang perencanaan. Bencana terjadi dengan frekuensi yang tidak menentu dan akibat yang ditimbulkannya meningkat bagi mereka yang tidak mempersiapkan diri terhadap kemungkinan-kemungkinan timbulnya bencana. Berbagai bencana yang mungkin terjadi antara lain adalah:
  1. Bencana alam disebabkan oleh kondisi geografis dan geologis dari lokasi
  2. Kebakaran disebabkan oleh faktor lingkungan dan pengaturan sistem elektrik yang dapat menyebabkan korsleting
  3. Kerusakan pada jaringan listrik disebabkan oleh sistem elektrik
  4. Serangan teroris disebabkan oleh lemahnya keamanan fisik dan non fisik data center
  5. Sistem atau perangkat yang rusak terkait dengan kesalahan manajemen pengawasan perangkat
  6. Kesalahan operasional akibat ulah manusia
  7. Virus misalkan disebabkan oleh kesalahan pemilihan anti virus yang digunakan
Dengan kata lain  Disaster Recovery Planning merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi dan membatasi resiko – resiko buruk (bencana) dan nantinya membuat kerugian – kerugian pada proses bisnis yang ada. Dapat dikatakan bahwa proses ini adalah sebuah proses penanggulangan – penganggulangan atau rencana untuk menanggulangi suatu bencana pada proses bisnis.
Beberapa Keuntungan dari Disaster Recovery Planning
  • Memperbaiki system proteksi terhadapat setiap aset – aset penting yang dimiliki oleh perusahan tersebut.
  • Membuat system proteksi infomasi atau data – data perusahaan lebih efektif.
  • Mengurangi resiko bencana akibat kesalahan manusia
  • Memperbaiki manajemen perusahaan
Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun Informasi Disaster Recovery Plan dalam sebuah Perusahaan Adalah :
  • Memastikan keamanan para pekerja dan pengunjung pada lokasi di mana mereka berada
  • Melindungu record dan informasi penting
  • Memastikan keamanan fasilitas dan lokasi-lokasi bisnis
  • Memastikan ketersediaan material, perlengkapan dan peralatan
  • Mengurangi resiko bencana yang diakibatkan oleh kesalahan manusia atau kegagalan peralatan yang digunakan
  • Data-data dan fasilitas penting lainnya telah ditata dengan baik sehingga memudahkan proses pemulihan ketika bencana alam terjadi
Jenis-jenis Recovery
  1. User-Managed Recovery
  2. RMAN Recovery
  • Proses Restoration and Datafile Media Recovery dengan RMAN
  • Menggunakan RMAN untuk recover database di mode ARCHIVELOG
  • Menggunakan RMAN untuk mengembalikan datafile ke lokasi yang baru. Langkah-langkahnya yaitu:
  •  Menggunakan RMAN untuk recover tablespace
  • Menggunakan RMAN untuk relocate tablespace
Langkah-langkah recovery incomplete database dengan menggunakan RMAN ialah sebagai berikut:
1. Mount database.
2. Alokasi multiple channel untuk paralelisasi.
3. Restore semua datafile.
4. Recover database dengan menggunakan using UNTIL TIME, UNTIL SEQUENCE, atau UNTIL SCN
5. Buka database dengan menggunakan RESETLOGS.
6. Lakukan backup untuk semua database.

APPLICATION PERFORMANCE AND DATABASE SECURITY


APPLICATION PERFORMANCE AND DATABASE SECURITY
  • Application Performance
  1. Pengertian
Optimalisasi penggunaan sumber daya untuk meminimalkan pertentangan, memungkinkan beban kerja kemungkinan terbesar untuk diproses.
  1. Perbandingan Antara Dua Database :
    a. My SQL
    Merupakan sebuah system manajemen database. Database adalah sekumpulan
   data yang terstruktur. Untuk menambah, mengakses dan memproses data yang
tersimpan pada database komputer, kita membutuhkan manajemen database seperti
MySQL.
MySQL merupakan database yang sangat cepat, dapat diandalkan dan mudah                      untuk digunakan. Jika hal itu yang anda cari maka anda harus mencobanya. Selain itu,                    source  programnya pun dapat anda dapatkan secara gratis dan syntax-syntaxnya mudah         untuk dipahami dan tidak rumit  serta pengaksesan database dapat dilakukan dengan                         mudah  dan cepat.
v  Kelebihan My SQL:
1.  Dapat bekerja di beberapa platform yang berbeda, seperti LINUX, Windows,                               MacOS dl.
2. Dapat dikoneksikan pada bahasa C, C++, Java, Perl, PHP dan Python.
3. Memiliki lebih banyak type data seperti : signed/unsigned integer yang                                         memiliki panjang data sebesar 1,2,3,4 dan 8 byte, FLOAT, DOUBLE, CHAR,                                  VARCHAR, TEXT, BLOB, DATE, TIME, DATETIME, TIMESTAMP,                                        YEAR, SET dan tipe ENUM.
4. Mendukung penuh terhadap kalimat SQL GROUP BY dan ORDER BY.                                      Mendukung terhadap fungsi penuh ( COUNT ( ),COUNT (DISTINCT), AVG (                     ), STD ( ), SUM ( ), MAX ( ) AND MIN ( ) ).
5. Mendukung terhadap LEFT OUTHER JOIN dengan ANSI SQL dan sintak                                 ODBC.
6. Mendukung ODBC for Windows 95 (dengan source program). Semua fungsi                                ODBC 2.5 dan sebagainya. Sebagai contoh kita dapat menggunakan Access                                     untuk connect ke MySQL server.
7. Menggunakn GNU automake, autoconf, dan LIBTOOL untuk portabilitas.
8. Kita dapat menggabungkan beberapa table dari database yang berbeda dalam                                 query yang sama.
9. Ditulis dengan menggunakan bahasa C dan C++. Diuji oleh compiler yang                                      sangat jauh berbeda.
10. Privilege (hak) dan password sangat fleksibel dan aman serta mengujinkan                                      ‘Host-Based’ Verifikasi.
v  Kekurangan My SQL :
Untuk koneksi ke bahasa pemrograman visual seperti vb, delphi, dan                                   foxpro, mysql kurang support, karena koneksi ini menyebabkan field yang dibaca                          harus sesuai dengan koneksi dari program visual tersebut, dan ini yang                                        menyebabkan mysql jarang dipakai dalam program visual.
Data yang ditangani belum begitu besar.
b. Oracle
            Database Storage Engine ini bisa menyimpan data sampai ukuran tera byte, dan      database oracle juga meyediakan yang gratisan versi home edition untuk sekedar yang ingin belajar oracle aja sedangkan untuk versi enterprisenya kita harus bayar. Untuk bagian query-nya oracle tetap menggunakan standard bahasa SQL. Oralce bisa digunakan diberbagai platform seperti unix, windows, atau yang lainnya.
Untuk masalah keamanan oracle bisa dibilang baik. Untuk masalah perfomance      oracle kebanyakan bermain di harddisk jadi kalau anda ingin menggunakan oracle anda           harus menyediakan space harddisk yang cukup besar. Untuk backup oracle mempunyai          extensi sendiri namanya file DMP.
v  Kelebihan Oracle :
1. Ketika kita mengakses database dan kemudian ada kejadian seperti listrik mati                              misalnya maka data yang sudah kita simpan tidak rusak/hilang.
2. Database Clusters, dengan menggunakan teknologi Real Application Clusters                                (RAC). Salah satu fungsi dari RAC adalah memberikan perlindungan terhadap                                 kelangsungan data dalam perusahaan sehingga apabila terjadi crash pada salah                                 satu server database, maka tidak akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Hal                             ini disebabkan karena teknologi RAC memungkinkan untuk membuat beberapa                                   database server menjadi seolah-olah satu database server, sehingga apabila ada                                 database server yang down, kinerja database server tersebut akan di-take over                                oleh server-server yang lain.
3. Row-Level Locking, fitur ini dapat melakukan lock tidak hanya pada table-                                    level saha, akan tetapi dimungkinkan untuk melakukan lock lebih jauh lagi                              sampai pada row-level. Sehingga user-user dapat melakukan akses data dalam                                      suatu tabel secara bersamaan, lebih cepat dan lebih akurat.
4. Data Partitioning, Oracle memungkinkan kita untuk melakukan partisi ke suatu                               tabel maupun indeks. Hal ini akan dapat meningkatkan kemampuan kita untuk                                   dalam melakukan manajemen data.
5. Oracle OLAP (Integrated Online Analytical Processing), Oracle memiliki                                        fungsi OLAP (yang sebelumnya hanya dapat kita temui pada OLAP database)                                  yang terintegrasi dengan baik ke dalam relational database, sehingga kita tidak                                      memerlukan database lain selain Oracle itu sendiri.
6. Virtual Private Database, fitur ini memberikan dan meningkatkan fleksibilitas                                 jaminan security sampai pada row-level security. Hal ini akan membuat                                              aplikasi kita menjadi semakin aman sewaktu kita melakukan transaksi melalui                                Internet.
7. Intelegent Self-Managing, untuk para DBA, fitur ini akan membuat proses                                     database tuning dan database manajemen menjadi lebih mudah.
8. Flashback Query, fitur ini memungkinkan kita untuk melihat status data kita                                   mundur beberapa waktu (flash back) sampai batas yang kita tentukan, sehingga                                  apabila terjadi kesalahaan data pada waktu yang lalu, maka kita dapat                                                melakukan koreksi tanpa harus melakukan database recovery.
9. Oracle Data Mining & Data Warehousing, fitur ini memberikan kemudahan                                    bagi perusahaan yang ingin men-develop aplikasi Business Intellegent yang                                        bertujuan untuk membantu eksekutif perusahaan dalam menentuksan strategi                                       perusahaan berdasarkan analisis data yang di-generate oleh Oracle Data                                                 Mining.
  • Security Database
Keamanan database adalah suatu cara untuk melindungi database dari ancaman, baik dalam bentuk kesengajaan atau pun bukan. Ancaman adalah segala situasi atau kejadian baik secara sengaja maupun tidak yang bersifat merugikan dan mempengaruhi system serta secara konsekuensi terhadap perusahaan/organisasi yang memiliki system database. Keamanan database tidak hanya berkenaan dengan data yang ada pada database saja, tetapi juga meliputi bagian lain dari system database, yang tentunya dapat mempengaruhi database tersebut. Hal ini berarti keamanan database mencakup perangkat keras, perangkat lunak, orang dan data.
Agar memiliki suatu keamanan yang efektif dibutuhkan kontrol yang tepat. Seseorang yang mempunyai hak untuk mengontrol dan mengatur database biasanya disebut Administrator database. Seorang administratorlah yang memegang peranan penting pada suatu system database, oleh karena itu administrator harus mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang cukup agar dapat mengatur suatu system database.

APPLICATION PERFORMANCE AND DATABASE SECURITY


APPLICATION PERFORMANCE AND DATABASE SECURITY
  • Application Performance
  1. Pengertian
Optimalisasi penggunaan sumber daya untuk meminimalkan pertentangan, memungkinkan beban kerja kemungkinan terbesar untuk diproses.
  1. Perbandingan Antara Dua Database :
    a. My SQL
    Merupakan sebuah system manajemen database. Database adalah sekumpulan
   data yang terstruktur. Untuk menambah, mengakses dan memproses data yang
tersimpan pada database komputer, kita membutuhkan manajemen database seperti
MySQL.
MySQL merupakan database yang sangat cepat, dapat diandalkan dan mudah untuk digunakan. Jika hal itu yang anda cari maka anda harus mencobanya. Selain itu, source  programnya pun dapat anda dapatkan secara gratis dan syntax-syntaxnya mudah untuk dipahami dan tidak rumit  serta pengaksesan database dapat dilakukan dengan mudah  dan cepat.
v  Kelebihan My SQL:
1.  Dapat bekerja di beberapa platform yang berbeda, seperti LINUX, Windows,MacOS dl.
2. Dapat dikoneksikan pada bahasa C, C++, Java, Perl, PHP dan Python.
3. Memiliki lebih banyak type data seperti : signed/unsigned integer yang  memiliki panjang data sebesar 1,2,3,4 dan 8 byte, FLOAT, DOUBLE, CHAR,  VARCHAR, TEXT, BLOB, DATE, TIME, DATETIME, TIMESTAMP, YEAR, SET dan tipe ENUM.
4. Mendukung penuh terhadap kalimat SQL GROUP BY dan ORDER BY. Mendukung terhadap fungsi penuh ( COUNT ( ),COUNT (DISTINCT), AVG (  ), STD ( ), SUM ( ), MAX ( ) AND MIN ( ) ).
5. Mendukung terhadap LEFT OUTHER JOIN dengan ANSI SQL dan sintak  ODBC.
6. Mendukung ODBC for Windows 95 (dengan source program). Semua fungsi ODBC 2.5 dan sebagainya. Sebagai contoh kita dapat menggunakan Access untuk connect ke MySQL server.
7. Menggunakn GNU automake, autoconf, dan LIBTOOL untuk portabilitas.
8. Kita dapat menggabungkan beberapa table dari database yang berbeda dalam query yang sama.
9. Ditulis dengan menggunakan bahasa C dan C++. Diuji oleh compiler yang sangat jauh berbeda.
10. Privilege (hak) dan password sangat fleksibel dan aman serta mengujinkan  ‘Host-Based’ Verifikasi.
v  Kekurangan My SQL :
Untuk koneksi ke bahasa pemrograman visual seperti vb, delphi, dan foxpro, mysql kurang support, karena koneksi ini menyebabkan field yang dibaca  harus sesuai dengan koneksi dari program visual tersebut, dan ini yang menyebabkan mysql jarang dipakai dalam program visual.
Data yang ditangani belum begitu besar.
b. Oracle
            Database Storage Engine ini bisa menyimpan data sampai ukuran tera byte, dan      database oracle juga meyediakan yang gratisan versi home edition untuk sekedar yang ingin belajar oracle aja sedangkan untuk versi enterprisenya kita harus bayar. Untuk bagian query-nya oracle tetap menggunakan standard bahasa SQL. Oralce bisa digunakan diberbagai platform seperti unix, windows, atau yang lainnya.
Untuk masalah keamanan oracle bisa dibilang baik. Untuk masalah perfomance oracle kebanyakan bermain di harddisk jadi kalau anda ingin menggunakan oracle anda harus menyediakan space harddisk yang cukup besar. Untuk backup oracle mempunyai extensi sendiri namanya file DMP.
v  Kelebihan Oracle :
1. Ketika kita mengakses database dan kemudian ada kejadian seperti listrik mati  misalnya maka data yang sudah kita simpan tidak rusak/hilang.
2. Database Clusters, dengan menggunakan teknologi Real Application Clusters(RAC). Salah satu fungsi dari RAC adalah memberikan perlindungan terhadap kelangsungan data dalam perusahaan sehingga apabila terjadi crash pada salah satu server database, maka tidak akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Hal ini disebabkan karena teknologi RAC memungkinkan untuk membuat beberapa database server menjadi seolah-olah satu database server, sehingga apabila ada database server yang down, kinerja database server tersebut akan di-take over oleh server-server yang lain.
3. Row-Level Locking, fitur ini dapat melakukan lock tidak hanya pada table- level saha, akan tetapi dimungkinkan untuk melakukan lock lebih jauh lagi sampai pada row-level. Sehingga user-user dapat melakukan akses data dalam suatu tabel secara bersamaan, lebih cepat dan lebih akurat.
4. Data Partitioning, Oracle memungkinkan kita untuk melakukan partisi ke suatu tabel maupun indeks. Hal ini akan dapat meningkatkan kemampuan kita untuk dalam melakukan manajemen data.
5. Oracle OLAP (Integrated Online Analytical Processing), Oracle memiliki  fungsi OLAP (yang sebelumnya hanya dapat kita temui pada OLAP database)  yang terintegrasi dengan baik ke dalam relational database, sehingga kita tidak memerlukan database lain selain Oracle itu sendiri.
6. Virtual Private Database, fitur ini memberikan dan meningkatkan fleksibilitas jaminan security sampai pada row-level security. Hal ini akan membuat aplikasi kita menjadi semakin aman sewaktu kita melakukan transaksi melalui Internet.
7. Intelegent Self-Managing, untuk para DBA, fitur ini akan membuat proses  database tuning dan database manajemen menjadi lebih mudah.
8. Flashback Query, fitur ini memungkinkan kita untuk melihat status data kita  mundur beberapa waktu (flash back) sampai batas yang kita tentukan, sehingga  apabila terjadi kesalahaan data pada waktu yang lalu, maka kita dapat melakukan koreksi tanpa harus melakukan database recovery.
9. Oracle Data Mining & Data Warehousing, fitur ini memberikan kemudahan bagi perusahaan yang ingin men-develop aplikasi Business Intellegent yang  bertujuan untuk membantu eksekutif perusahaan dalam menentuksan strategi  perusahaan berdasarkan analisis data yang di-generate oleh Oracle Data Mining.
  • Security Database
Keamanan database adalah suatu cara untuk melindungi database dari ancaman, baik dalam bentuk kesengajaan atau pun bukan. Ancaman adalah segala situasi atau kejadian baik secara sengaja maupun tidak yang bersifat merugikan dan mempengaruhi system serta secara konsekuensi terhadap perusahaan/organisasi yang memiliki system database. Keamanan database tidak hanya berkenaan dengan data yang ada pada database saja, tetapi juga meliputi bagian lain dari system database, yang tentunya dapat mempengaruhi database tersebut. Hal ini berarti keamanan database mencakup perangkat keras, perangkat lunak, orang dan data.
Agar memiliki suatu keamanan yang efektif dibutuhkan kontrol yang tepat. Seseorang yang mempunyai hak untuk mengontrol dan mengatur database biasanya disebut Administrator database. Seorang administratorlah yang memegang peranan penting pada suatu system database, oleh karena itu administrator harus mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang cukup agar dapat mengatur suatu system database.

Data Avaibility dan Performance Management


Data Avaibility dan Performance Management
Data Avaibility
Definisi : Ketersediaan data pada database yang diakses oleh semua user dan dapat diperoleh setiap saat ketika dibutuhkan.
Empat Komponen Data Avaibility :
    • Manageabilit : kemampuan untukmembuat dan memelihara lingkungan yang efektif yang memberikan layanan    

                            kepada pengguna
    • Recoverability : kemampuan untuk membangun kembali layanan jika mengalami kesalahan atau kegagalan 

                             komponen
    • Reliability : kemampuan untuk memberikan pelayanan pada tingkat tertentu untuk jangka waktu lain
    • Serviceability : kemampuan untuk menentukan adanya masalah, diagnosamasalah, dan memperbaiki 

                              masalah
Data Avaibility dipengaruhi oleh :

  1. 1. Bentuk Relasi tabel data
  2. Hak akses user
  3. Tersedia bandwidth antara perangkat dan koneksi jaringan media
  4. Mekanisme untuk ketersediaan tinggi dan keamanan mereka sendiri dan aksesibilitas
  5. Prioritas dan jenis data yang akan dibuat tersedia
  6. Pemulihan peran dan tanggung jawab
  7. Jenis file system dan tingkat akses
  8. Jenis penyimpanan / pengambilan perangkat atau media termasuk hardware dan software
  9. Service Level Perjanjian antara entitas yang bertanggung jawab dan dipengaruhi
  10. Pengolahan overhead dari mekanisme yang terkena dampak
  11. Disaster Recovery
Performance Management
Definisi : Kemampuan dalam menanggapi kinerja sebuah aplikasi, server, jaringan, dekstop, maupun database itu sendiri.
- Mengoptimalkan sumber daya untuk meningkatkan kemampuan melewatkan data, memperkecil terjadinya crash dalam suatu proses serta menangani beban.
Lima faktor yang mempengaruhi Kinerja Database :
(1) Workload (Beban Kerja). Biasanya seperti transaksi online, banyak proses yang menumpuk yang sedang berjalan, ad hoc query, analisis data warehouse, dan sistem command yang datang beberapa kali.
(2) Throughput. Throughput merupakan kemampuan sebuah computer dalam memproses data.
(3) Resources (Sumber Daya). Ex. Software and Hardware
(4) Optimization (Optimasi). Optimasi database, memformula query dls.
(5) Contention (Kres).

Database Change Management


Database Change Management
Definisi  :
             Merupakan proses menentukan apa yang harus dilakukan perubahan ke database, menentukan perubahan tersebut, untuk mengevaluasi dampak dari perubahan dan kemudian mengubah penyebaran mereka. Perubahan pada skema database mungkin diperlukan untuk beberapa alasan, termasuk persyaratan bisnis baru, merger, perubahan undang-undang dan meminta perubahan lingkungan. Skema perubahan mungkin melibatkan perubahan pada dua objek database logis (misalnya, tabel, kolom, kunci primer dan kendala) dan objek database fisik (misalnya, database, ruang meja, kolam buffer dan indeks). Mengubah objek database, terlepas dari jenis, sering kali tidak operasi sepele. Perubahan sering berdampak pada objek tergantung dan kadang-kadang data yang mendasarinya. Proses analisis dan memelihara ketergantungan secara tradisional memakan waktu dan rawan kesalahan.
Typical database environment
Dengan paket standar pelayanan dan diperpanjang,  lingkungan database dibagi minimal 3: pengembangan, QA (quality assurance) dan produksi. Satu atau lebih skema / database dapat digunakan dalam 3 lingkungan database diberikan tanpa biaya tambahan yang disediakan aplikasi tersebut tetap dalam ruang parameter pengalokasian dan penggunaan CPU, memori dan I / O. Jika perlu, dapat dimasukkan contoh database tambahan (pelatihan, prototipe) dalam paket biaya tambahan.

Pengertian DataBase


Database adalah sekumpulan data yang saling berhubungan dan memiliki kerkaitan satu sama lain. Fokus dalam database adalah sebuah relasi walaupun kadang ada sebuah data yang tidak memiliki relasi dalam database.
RDBMS (Relational Database Management System)
     * Dalam setiap database pasti memiliku RDBMS
     * Manajemen database sama seperti DBMS
     * Contoh RDBMS adalah My SQL Server, Oracle, dll
     * Jika DBMS memiliki contoh yaitu My SQL dan Acces
Ciri – ciri dari RDBMS adalah :
     * ruang lingkupnya lebih besar dari pada DBMS
     * Dapat mengatur hak akses setiap user
     * Dapat mengatur dan memanajemen database
     * Fokus pada distribusi database (dengan kata lain tidak terpusat)
     * Dan tersingkronisasi
Manajemen Disiplin
    * Reaktif : masalah sudah ada, dan bagaimana menghadapinya
    * Proaktif : Menghindari masalah, ini dimaksudkan masalah apa yang akan dihadapai kata lainnya          
                       yaitu menghindari resiko – resiko.
DBA (Database Adminitrator)
Apabila Kita berbicara tentang DBA (Database Administrator) merupakan hal yang penting, karena DBA (Database Administrator) harus diposisikan dalam menajemen menengah puncak dalam sebuah organisasi. Ini disebabkan karena DBA (Database Administrator) sangat bertanggung jawab secara teknis menjalankan tugas – tugas yang memang penting dalam organisasi tersebut.

Senin, 14 Maret 2011

Database Change Management



      Database Change Management adalah proses menentukan apa yang harus dilakukan perubahan ke database, menentukan perubahan tersebut, untuk mengevaluasi dampak dari perubahan dan kemudian mengubah penyebaran mereka. Perubahan pada skema database mungkin diperlukan untuk beberapa alasan, termasuk persyaratan bisnis baru, merger, perubahan undang-undang dan meminta perubahan lingkungan. Skema perubahan mungkin melibatkan perubahan pada dua objek database logis (misalnya, tabel, kolom, kunci primer dan kendala) dan objek database fisik (misalnya, database, ruang meja, kolam buffer dan indeks). Mengubah objek database, terlepas dari jenis, sering kali tidak operasi sepele. Perubahan sering berdampak pada objek tergantung dan kadang-kadang data yang mendasarinya. Proses analisis dan memelihara ketergantungan secara tradisional memakan waktu dan rawan kesalahan.

 


 
     Dengan paket standar pelayanan dan diperpanjang,  lingkungan database dibagi minimal 3 : pengembangan, QA (quality assurance) dan produksi. Satu atau lebih skema / database dapat digunakan dalam 3 lingkungan database diberikan tanpa biaya tambahan yang disediakan aplikasi tersebut tetap dalam ruang parameter pengalokasian dan penggunaan CPU, memori dan I / O. Jika perlu, dapat dimasukkan contoh database tambahan (pelatihan, prototipe) dalam paket biaya tambahan.